Aksesibilitas User Experience Web Conten Penyandang Disabilitas Kognitif dengan Metode Double Diamond

Authors

  • Garno Garno Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Sarwosri Sarwosri Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Arafat Febriandirza Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.282-293

Keywords:

Aksesibilitas Digital, Disabilitas Kognitif, Desain Inklusif, user experience, low-fidelity wireframe, User interface

Abstract

Aksesibilitas digital merupakan aspek krusial dalam pengembangan teknologi yang inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas kognitif. Namun, masih banyak platform digital yang belum mempertimbangkan kebutuhan khusus kelompok ini, yang menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi dan menggunakan layanan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dialami oleh penyandang disabilitas kognitif dalam menggunakan platform digital serta merancang user interface yang lebih ramah dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah double diamond, yang terdiri dari empat tahap: discover, define, develop, dan deliver. Sebanyak 15 partisipan penyandang disabilitas kognitif terlibat dalam proses pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dan diolah ke dalam bentuk empathy map, user needs & pain points, hingga menghasilkan desain interface dalam bentuk low-fidelity wireframe dan User interface final visual. Desain ini diuji secara visual kepada partisipan untuk mendapatkan tanggapan awal dan validasi kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kesulitan membaca teks panjang, bingung saat tidak ada petunjuk langkah, sulit membedakan elemen visual, serta kebingungan akibat absennya pesan kesalahan. Desain akhir mengadopsi prinsip-prinsip Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) dan praktik User experience (UX) inklusif yang berhasil menjawab kebutuhan tersebut. Partisipan memberikan respon positif terhadap tampilan yang lebih sederhana, visual, dan informatif, yang mampu meningkatkan kemandirian mereka dalam menggunakan aplikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan desain digital inklusif serta menegaskan pentingnya keterlibatan pengguna disabilitas dalam proses desain berbasis empati.

References

L. Xia, S. Baghaie, and S. Mohammad Sajadi, “The digital economy: Challenges and opportunities in the new era of technology and electronic communications,” Ain Shams Eng. J., vol. 15, no. 2, p. 102411, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.asej.2023.102411.

H. Lin and Q. Chen, “Artificial intelligence (AI) -integrated educational applications and college students’ creativity and academic emotions: students and teachers’ perceptions and attitudes,” BMC Psychol., vol. 12, no. 1, p. 487, 2024, doi: 10.1186/s40359-024-01979-0.

J. Su, Y. Wei, S. Wang, and Q. Liu, “The impact of digital transformation on the total factor productivity of heavily polluting enterprises,” Sci. Rep., vol. 13, no. 1, p. 6386, 2023, doi: 10.1038/s41598-023-33553-w.

L. Wan, Y. Fang, N. Ban, G. Cheng, and G. Huang, “Digital transformation, international competition and productivity progress: evidence from Health Silk Road,” Ind. Manag. Data Syst., vol. 125, no. 3, pp. 945–968, Jan. 2025, doi: 10.1108/IMDS-04-2024-0350.

S. Li and Y. Tian, “How Does Digital Transformation Affect Total Factor Productivity: Firm-Level Evidence from China,” Sustain., vol. 15, no. 12, 2023, doi: 10.3390/su15129575.

A. Pirni and F. Lucivero, “The ‘robotic divide’and the framework of recognition: re-articulating the question of fair access to robotic technologies,” Law, Innov. Technol., vol. 5, no. 2, pp. 147–171, 2013.

J. L. Friedman and G. C. Norman, “The Norman/Friedman Principle: Equal Rights to Information and Technology Access,” Tex. J. CL CR, vol. 18, p. 47, 2012.

P. Haniko, B. I. Sappaile, I. P. Gani, J. W. Sitopu, A. Junaidi, and D. Cahyono, “Menjembatani Kesenjangan Digital: Memberikan Akses ke Teknologi, Pelatihan, Dukungan, dan Peluang untuk Inklusi Digital,” J. Pengabdi. West Sci., vol. 2, no. 05, pp. 306–315, 2023.

O. M. Anwas, “Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pesantren rakyat Sumber Pucung Malang,” J. Pendidik. Dan Kebud., vol. 21, no. 3, pp. 207–220, 2015.

L. F. Zai, A. B. Ndraha, S. A. Mendrofa, and P. Lahagu, “Analisis Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Lolofitu Moi,” JMBI UNSRAT (Jurnal Ilm. Manaj. Bisnis dan Inov. Univ. Sam Ratulangi)., vol. 10, no. 3, pp. 2158–2179, 2023.

A. Ayalon and N. Aharony, “Digital literacy among junior and high school students in crisis times,” J. Librariansh. Inf. Sci., vol. 57, no. 2, pp. 376–389, 2025.

W. Kristanto, A. Syamsudin, and L. Hendrowibowo, “Student Engagement and Digital Literacy in Knowledge Acquisition in Seamless Learning.,” Ubiquitous Learn. An Int. J., vol. 18, no. 1, 2025.

J. Yang, Q. Shen, X. Tong, and P. Mukhopadhaya, “The impact of digital literacy in enhancing individuals’ health in China,” BMC Public Health, vol. 25, no. 1, p. 364, 2025.

E. Gkiolnta, D. Roy, and G. F. Fragulis, “Challenges and ethical considerations in implementing assistive technologies in healthcare,” Technologies, vol. 13, no. 2, p. 48, 2025.

D. B. Olawade, O. A. Bolarinwa, Y. A. Adebisi, and S. Shongwe, “The role of artificial intelligence in enhancing healthcare for people with disabilities,” Soc. Sci. Med., vol. 364, p. 117560, 2025.

M. C. DHUHA and A. P. ASTUTIK, “Media pembelajaran digital yang aksesibel untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (MBK) menuju lingkungan pembelajaran inklusif,” Learn. J. Inov. Penelit. Pendidik. Dan Pembelajaran, vol. 5, no. 1, pp. 92–105, 2025.

S. D. Poerwanti, S. Makmun, and A. D. Dewantara, “Jalan panjang menuju inklusi digital bagi penyandang disabilitas di Indonesia,” J. Urban Sociol., vol. 1, no. 1, pp. 44–55, 2024.

Y. Shi, Y. Xu, and A. Hu, “Affordance Design for Mitigating Digital Vulnerability in Smart Tourism,” Int. J. Tour. Res., vol. 27, no. 3, p. e70060, 2025.

M. Jonsson, C. Gustavsson, J. Gulliksen, and S. Johansson, “How have public healthcare providers in Sweden conformed to the European Union’s Web Accessibility Directive regarding accessibility statements on their websites?,” Univers. Access Inf. Soc., vol. 24, no. 1, pp. 449–462, 2025.

A. McCosker, J. Tucker, and J. Kennedy, “Digitally skilled but socially disadvantaged: Enabling digital capabilities in low-income families,” Convergence, vol. 31, no. 2, pp. 616–633, 2025.

M. Segal, O. Lens, and A. Gur, “Perspectives on Social Work in the Digital Age,” Ethics Soc. Welf., pp. 1–19, 2025.

S. Rahmatunnisa, D. Andika Sari, I. Iswan, M. Bahfen, and F. Rizki, “Study Kasus Kemandirian Anak Down Syndrome Usia 8 Tahun,” EDUKIDS J. Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 17, no. 2, pp. 96–109, 2020.

P. Acosta-Vargas, B. Salvador-Acosta, L. Salvador-Ullauri, W. Villegas-Ch, and M. Gonzalez, “Accessibility in native mobile applications for users with disabilities: A scoping review,” Appl. Sci., vol. 11, no. 12, 2021, doi: 10.3390/app11125707.

D. P. Yulianda, “TA: Perancangan Desain UI/UX Website Penjualan Ramah Lansia dan Anak-Anak dengan Metode Design Thinking (Studi Kasus Toko Nuk).” Universitas Dinamika, 2025.

A. N. Muttaqin, M. D. H. Sandy, and M. Lubis, “PENERAPAN LAW OF UX DALAM ANALISIS DESAIN ANTARMUKA APLIKASI SHOPEE,” J. Ris. Sist. Inf. dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 2, pp. 775–787, 2025.

P. W. Ndari et al., Ergonomi Industri: Pendekatan Teknologi Dan Inovasi. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah, 2025.

G. V. Telaumbanua, “Evaluasi Aksesisbilitas Website Eka Hospital Bagi Penyandang Disabilitas,” Filos. Publ. Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, vol. 1, no. 3, pp. 297–302, 2024.

C. A. Raharjo, C. C. Priyatna, R. Y. P. Perwata, and E. Ratnasari, “Analisis aksesibilitas website Shopee Indonesia menggunakan pedoman Web Content Accessibility Guidelines,” Comdent Commun. Student J., vol. 1, no. 2, pp. 340–354, 2023, doi: 10.24198/comdent.v1i2.54287.

Muhamad Thanthawi Jauhari and Yudi Prayudi, “Implementasi Metode Double Diamond Dalam Perancangan Prototipe Aplikasi Sistem Erp Berbasis Website,” AKSELERASI J. Ilm. Nas., vol. 5, no. 1, pp. 85–98, 2023.

A. M. Farhantama and M. M. Mardhia, “Double Diamond Approach for Mobile-based UX: Connecting Students to Professional IT Projects,” J. Inf. Syst. Informatics, vol. 6, no. 2, pp. 937–948, 2024.

C. M. Eide, “Guidelines for including people with cognitive disabilities in the design process-A co-creative design approach.” NTNU, 2023.

J. Janebäck and E. Jonsson, “Designing an activity application for people with cognitive disabilities: What should be considered when designing a UI for people with cognitive disabilities?,” 2020.

N. E. Maknun and W. A. Kusuma, “Pendekatan Metode Double Diamond untuk Meningkatkan Pengalaman Pengguna pada Antarmuka Aplikasi Pendeteksi Penyakit Tanaman Sayuran,” MIND (Multimedia Artif. Intell. Netw. Database), vol. 9, no. 1, pp. 64–77, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.26760/mindjournal.v9i1.64-77.

X. Zhang, H. Zhang, L. Zhang, Y. Zhu, and F. Hu, “Double-Diamond Model-Based Orientation Guidance,” Sensors, vol. 19, no. 4670, 2019.

Submitted

2025-10-16

Accepted

2025-12-18

Published

2025-12-30

How to Cite

[1]
G. Garno, S. Sarwosri, and A. Febriandirza, “Aksesibilitas User Experience Web Conten Penyandang Disabilitas Kognitif dengan Metode Double Diamond”, TEKNOSI, vol. 11, no. 3, pp. 282–293, Dec. 2025.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.