Evaluasi Model Pembelajaran Mesin dalam Memprediksi Kualitas Tidur Berdasarkan Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Penulis

  • Amril Mutoi Siregar Informatika, Fakutas Digital Desain dan Bisnis, Institut Teknologi Sains Bandung
  • Gunawan Witjaksono Informatika, Fakutas Digital Desain dan Bisnis, Institut Teknologi Sains Bandung
  • Angga Jovansyah Informatika, Fakutas Digital Desain dan Bisnis, Institut Teknologi Sains Bandung

DOI:

https://doi.org/10.25077/TEKNOSI.v12i2.2026.213-221

Kata Kunci:

Kualitas Tidur Logistic Regression Gradient Boosting Permutation Feature Importance Pola Makan

Abstrak

Kualitas tidur merupakan indikator kesehatan yang penting, dibentuk oleh interaksi rumit dari berbagai elemen multidimensi, termasuk kebiasaan makan, tingkat aktivitas fisik, dan kesejahteraan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kemanjuran algoritma pembelajaran mesin linier (Regresi Logistik) dan nonlinier (Decision Tree dan Gradient Boosting) dalam meramalkan gangguan tidur. Dataset yang digunakan berasal dari survei yang mencakup 195 peserta dan menjalani beberapa tahap prapemrosesan, termasuk pembersihan data, rekayasa fitur (terutama mengenai durasi), dan standardisasi melalui normalisasi Z-score. Validasi model dilakukan dengan menggunakan teknik Stratified 5-Fold Cross-Validation untuk mengurangi bias dan memastikan stabilitas metrik kinerja. Temuan menunjukkan bahwa model Regresi Logistik, dioptimalkan melalui penyesuaian ambang batas (dengan ambang penyetelan 0,55), menunjukkan kinerja yang paling menguntungkan dan konsisten, mencapai tingkat akurasi 79,5% dan penarikan kembali 96,7%, sehingga melampaui kemanjuran model non-linier seperti Gradient Boosting. Hasil ini menguatkan prinsip kesederhanaan, yang menyatakan bahwa, dalam kumpulan data terbatas, model linier yang lebih sederhana sering menunjukkan ketahanan yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka yang lebih kompleks, yang rentan terhadap overfitting. Penilaian interpretabilitas yang dilakukan melalui Analisis Pentingnya Fitur Permutasi menunjukkan bahwa praktik diet sebelum tidur dan tingkat stres muncul sebagai faktor dominan yang mempengaruhi kualitas tidur, melampaui kontribusi aktivitas fisik dan variabel antropometri (seperti tinggi dan berat badan). Mengingat temuan ini, penelitian ini menganjurkan intervensi kesehatan yang menekankan manajemen nutrisi berorientasi waktu (krononutrisi) dan merekomendasikan penggunaan model linier sebagai strategi dasar dalam proses skrining untuk populasi yang ditandai dengan ukuran sampel yang terbatas.

Referensi

D. Freeman, B. Sheaves, F. Waite, A. G. Harvey, and P. J. Harrison, “Sleep disturbance and psychiatric disorders.,” The lancet. Psychiatry, vol. 7, no. 7, pp. 628–637, Jul. 2020, doi: 10.1016/S2215-0366(20)30136-X.

M. R. Irwin, “Why sleep is important for health: a psychoneuroimmunology perspective.,” Annu. Rev. Psychol., vol. 66, pp. 143–172, Jan. 2015, doi: 10.1146/annurev-psych-010213-115205.

I. Clark and H.-P. Landolt, “Coffee, Caffeine, and Sleep: a Systematic Review of Epidemiological Studies and Randomized Controlled Trials,” Sleep Med. Rev., vol. 31, 2017, doi: 10.1016/j.smrv.2016.01.006.

B. J. Krakow, V. A. Ulibarri, B. A. Moore, and N. D. McIver, “Posttraumatic stress disorder and sleep-disordered breathing: a review of comorbidity research,” Sleep Med. Rev., vol. 24, pp. 37–45, 2015, doi: https://doi.org/10.1016/j.smrv.2014.11.001.

M. Scapuccin et al., “Integrating the Divided Nasal Cannula Into Routine Polysomnography to Assess Nasal Cycle: Feasibility and Effect on Outcomes,” J. Clin. Sleep Med., vol. 14, no. 04, pp. 641–650, 2018, doi: 10.5664/jcsm.7062.

D. Cirillo et al., “Sex and gender differences and biases in artificial intelligence for biomedicine and healthcare,” npj Digit. Med., vol. 3, no. 1, p. 81, 2020, doi: 10.1038/s41746-020-0288-5.

A. Rajkomar, J. Dean, and I. Kohane, “Machine Learning in Medicine,” N. Engl. J. Med., vol. 380, no. 14, pp. 1347–1358, 2019, doi: 10.1056/NEJMra1814259.

B. T. Lopes, A. Eliasy, and R. Ambrosio, “Artificial Intelligence in Corneal Diagnosis: Where Are we?,” Curr. Ophthalmol. Rep., vol. 7, no. 3, pp. 204–211, Sep. 2019, doi: 10.1007/s40135-019-00218-9.

S. García, J. Luengo, and F. Herrera, Data Preprocessing in Data Mining, vol. 72. Cham: Springer International Publishing, 2015.

R. Koenker, V. Chernozhukov, X. He, and L. Peng, Eds., Handbook of Quantile Regression. Chapman and Hall/CRC, 2017.

T. Emmanuel, T. Maupong, D. Mpoeleng, T. Semong, B. Mphago, and O. Tabona, “A survey on missing data in machine learning,” J. Big Data, vol. 8, no. 1, p. 140, Oct. 2021, doi: 10.1186/s40537-021-00516-9.

D. Bertsimas, C. Pawlowski, and Y. Zhuo, “From predictive methods to missing data imputation: An optimization approach,” J. Mach. Learn. Res., vol. 18, pp. 1–39, 2018.

H. Liu, Feature Engineering for Machine Learning and Data Analytics. 2018.

V. Hodge and J. Austin, “A Survey of Outlier Detection Methodologies,” Artif. Intell. Rev., vol. 22, no. 2, pp. 85–126, Oct. 2004, doi: 10.1023/B:AIRE.0000045502.10941.a9.

T. Hastie, R. Tibshirani, and J. H. Friedman, The Elements of Statistical Learning: Data Mining, Inference, and Prediction. Springer, 2001.

L. Breiman, “Random Forests,” Mach. Learn., vol. 45, no. 1, pp. 5–32, Oct. 2001, doi: 10.1023/A:1010933404324.

J. H. Friedman, “Greedy function approximation: A gradient boosting machine.,” Ann. Stat., vol. 29, no. 5, Oct. 2001, doi: 10.1214/aos/1013203451.

S. Shafazand, “Sleep in Women: Gender Differences in Health and Disease,” in Principles of Gender-Specific Medicine, Elsevier, 2010, pp. 244–251.

M. Hirshkowitz et al., “National Sleep Foundation’s sleep time duration recommendations: methodology and results summary,” Sleep Heal., vol. 1, no. 1, pp. 40–43, Mar. 2015, doi: 10.1016/j.sleh.2014.12.010.

H. G. Lund, B. D. Reider, A. B. Whiting, and J. R. Prichard, “Sleep Patterns and Predictors of Disturbed Sleep in a Large Population of College Students,” J. Adolesc. Heal., vol. 46, no. 2, pp. 124–132, Feb. 2010, doi: 10.1016/j.jadohealth.2009.06.016.

D. Kalmbach et al., “Hyperarousal and sleep reactivity in insomnia: current insights,” Nat. Sci. Sleep, vol. Volume 10, pp. 193–201, Jul. 2018, doi: 10.2147/NSS.S138823.

E. Christodoulou, J. Ma, G. S. Collins, E. W. Steyerberg, J. Y. Verbakel, and B. Van Calster, “A systematic review shows no performance benefit of machine learning over logistic regression for clinical prediction models,” J. Clin. Epidemiol., vol. 110, pp. 12–22, Jun. 2019, doi: 10.1016/j.jclinepi.2019.02.004

Unduhan

Telah diserahkan

04-05-2026

Diterima

13-08-2026

Diterbitkan

23-08-2026

Cara Mengutip

[1]
A. M. Siregar, G. Witjaksono, dan A. Jovansyah, “Evaluasi Model Pembelajaran Mesin dalam Memprediksi Kualitas Tidur Berdasarkan Pola Makan dan Aktivitas Fisik”, TEKNOSI, vol. 12, no. 2, hlm. 213–221, Agu 2026.

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.