Adopsi Internet Of Things (IOT) Pada Rantai Pasok Pangan Guna Mengurangi Food Lost Waste (FLW) Rantai Pasok Pangan
id
DOI:
https://doi.org/10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.319-328Kata Kunci:
Internet of Things (IoT), Industri 4.0, manajemen limbah industri, waste manajemen, food lost wasteAbstrak
Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan terbesar di Indonesia, salah satu olahan kedelai yang menjadi menu harian masyarakat Indonesia adalah tempe. Tempe adalah salah satu makanan tradisional yang memiliki kandungan gizi yang baik dan hampir semua kalangan umur dapat mengkonsumsi tempe. Masalah yang sering muncul bahwa tempe tidak dapat bertahan lama setelah di beli di pasar. Kualitas tempe yang kurang baik sehingga mempengaruhi rasa tempe pada saat di konsumsi. Kualitas tempe yang kurang bagus biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu pada saat proses fermentasi dan masa penyimpanan yang pendek. Hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya food lost and waste (FLW). FLW sendiri adalah terjadinya kehilangan dan pemborosan pangan, sehingga pentingnya pemantau terhadap FLW untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi perubahan iklim. Dengan mengukur dan memantau parameter suhu dan kelembapan secara real time. Dengan mengintegrasikan teknologi IOT seperti sensor DHT 11 untuk mengukur suhu dan kelembapan., sehingga fermentasi tempe itu berada pada suhu yang stabil dan fermentasi berjalan maksimal. Selain itu juga karena berbassi IOT maka monitoring untuk suhu pada alat ini bisa di monitoring via smartphone secara realtime dengan syarat terkoneksi internet. Pada aplikasi monitoring terdapat interface yang menampilkan suhu dan kelembapan pada saat itu juga dan terdapat bottom untuk menyalakan atau mematikan lampu dan kipas secara manual.Referensi
X. Tian, B. A. Engel, H. Qian, E. Hua, S. Sun, and Y. Wang, “Will reaching the maximum achievable yield potential meet future global food demand?,” J Clean Prod, vol. 294, Apr. 2021, doi: 10.1016/j.jclepro.2021.126285.
“Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia,” 2012. [Online]. Available: www.bsn.go.id
E. Indra, A. Fauzi, F. Cahyadi Widharto, S. Indah Pangesti, T. Karuna Ernesto, and Y. Billy Harland, “Analisis Pengaruh dan Dampak Penggunaan Internet of Things pada Supply Chain di Food and Beverages Industry,” vol. 2, no. 2, 2024, doi: 10.38035/jgit.v2i2.
A. F. Hidayat and S. Abdul Muttalib, “Analisis Nilai Tambah Produk Agroindustri Tempe Di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur,” Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, vol. 8, no. 2, pp. 230–235, Sep. 2020, doi: 10.29303/jrpb.v8i2.190.
“Inkubator Tempe Berbasis Iot.”
H. Azizah Al Faruq, M. Hairul Bahri, A. Rodi, and S. Vhani Eka Saputra, “SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Penerapan teknologi tepat guna alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai bagi usaha pembuatan tempe di kampung Pagah kabupaten Jember,” vol. 8, no. 2, 2024.
S. P. Maghfira, B. Suprianto, L. Rakhmawati, and R. Firmansyah, “Rancang Bangun Sistem Kontrol Suhu dan Kelembapan Berbasis IOT dengan Fuzzy Logic untuk Optimasi Proses Fermentasi pada Pengolahan Tempe 257 Rancang Bangun Sistem Kontrol Suhu dan Kelembapan Berbasis IOT dengan Fuzzy Logic untuk Optimasi Proses Fermentasi pada Pengolahan Tempe.”
M. Perwita Sari and N. Rhezza Pratama, “Application Internet of Things (IoT) in Healthcare to Optimize Waiting Time Using the Business Process Reengineering (BPR) Approach.”
H. Z. Sinaga and A. A. Waskita, “Optimisasi Desain Jaringan IoT untuk Pelacakan Produk di Rantai Pasok Pertanian: Tinjauan Literatur Sistematis,” vol. 3, no. 1, 2025.
T. P. da Costa et al., “A Systematic Review of Real-Time Monitoring Technologies and Its Potential Application to Reduce Food Loss and Waste: Key Elements of Food Supply Chains and IoT Technologies,” Jan. 01, 2023, MDPI. doi: 10.3390/su15010614.
C. Trevisan and M. Formentini, “Digital Technologies for Food Loss and Waste Prevention and Reduction in Agri-Food Supply Chains: A Systematic Literature Review and Research Agenda,” IEEE Trans Eng Manag, vol. 71, pp. 12326–12345, 2024, doi: 10.1109/TEM.2023.3273110.
M. H. Hanis and Y. Fernando, “Smart Logistics Solutions For Reducing Food Waste: A Case Of D Nipah Catering,” International Journal of Industrial Management, vol. 18, no. 1, pp. 11–21, Mar. 2024, doi: 10.15282/ijim.18.1.2024.10404.
M. Susantok, A. U. A. Wibowo, M. Akbar, and Rahul, “Peningkatan Akurasi Sistem Pemantauan Suhu Dan Kelembapan Pada Laboratorium Pengujian Benih Tanaman Menggunakan Inversi Regresi Linier,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 12, no. 1, pp. 153–164, Feb. 2025, doi: 10.25126/jtiik.2025129083.
A. Setiawan et al., “Pengendali Suhu Fermentasi Tempe Berbasis NodeMCU dan Sensor DHT 22,” 2024.
A.-L. Uribe-Hurtado, M. Orozco-Alzate, N. Lopes, and B. Ribeiro, “GPU-based fast clustering via K-Centres and k-NN mode seeking for geospatial industry applications,” Comput Ind, vol. 122, p. 103260, Nov. 2020, doi: 10.1016/j.compind.2020.103260.
A. Poonia, S. Ghosh, A. Ghosh, S. B. Nath, S. K. Ghosh, and R. Buyya, “CONFRONT: Cloud-fog-dew based monitoring framework for COVID-19 management,” Internet of Things, vol. 16, p. 100459, Dec. 2021, doi: 10.1016/j.iot.2021.100459.
A. Osa Maulana Sukarno, “Sistem Monitoring Berbasis Internet Of Things Pada Proses Fermentasi Bawang Hitam Terkait Dengan Pengukuran Suhu Kelembapan Dan Berat,” Jurnal Teknik SILITEK, vol. 05, no. 01, 2025.
G. Lanfranchi, A. Crupi, and F. Cesaroni, “Internet of Things (IoT) and the Environmental Sustainability: A Literature Review and Recommendations for Future Research,” 2025, John Wiley and Sons Ltd. doi: 10.1002/csr.70098.
D. Wijanarko, S. Hasanah, J. T. Informasi, and P. N. Jember, “Monitoring Suhu Dan Kelembaban Menggunakan Sms Gateway Pada Proses Fermentasi Tempe Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler.”
I. Mekongga et al., “Prototipe dengan Sistem IoT Pada Pengaturan Suhu dan Kelembaban Pada Permentasi Tempe IoT-Based Prototype for Temperature and Humidity Control in Tempe Fermentation,” vol. 8, no. 2, 2023, doi: 10.31851/ampere.
S. Ahmadzadeh, T. Ajmal, R. Ramanathan, and Y. Duan, “A Comprehensive Review on Food Waste Reduction Based on IoT and Big Data Technologies,” Feb. 01, 2023, MDPI. doi: 10.3390/su15043482.
G. M. Aji, A. F. Pratiwi, and S. W. Utami, “Rancang Bangun Inkubator Tempe Untuk Mempercepat Waktu Fermentasi,” Agroteknika, vol. 7, no. 4, pp. 488–497, Dec. 2024, doi: 10.55043/agroteknika.v7i4.321.
S. P. Maghfira, B. Suprianto, L. Rakhmawati, and R. Firmansyah, “Rancang Bangun Sistem Kontrol Suhu dan Kelembapan Berbasis IOT dengan Fuzzy Logic untuk Optimasi Proses Fermentasi pada Pengolahan Tempe 257 Rancang Bangun Sistem Kontrol Suhu dan Kelembapan Berbasis IOT dengan Fuzzy Logic untuk Optimasi Proses Fermentasi pada Pengolahan Tempe.”
A. Poonia, S. Ghosh, A. Ghosh, S. B. Nath, S. K. Ghosh, and R. Buyya, “CONFRONT: Cloud-fog-dew based monitoring framework for COVID-19 management,” Internet of Things, vol. 16, p. 100459, Dec. 2021, doi: 10.1016/j.iot.2021.100459.
Unduhan
Telah diserahkan
Diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta untuk artikel ini ditransfer ke Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi (TEKNOSI) jika dan ketika artikel diterima untuk publikasi. Yang bertanda tangan di bawah ini dengan ini mentransfer setiap dan semua hak di dalam dan ke kertas termasuk tanpa batasan semua hak cipta untuk TEKNOSI. Yang bertanda tangan di bawah ini dengan ini menyatakan dan menjamin bahwa makalah tersebut asli dan bahwa ia adalah pembuat makalah, kecuali untuk bahan yang secara jelas diidentifikasi sebagai sumber aslinya, dengan pemberitahuan izin dari pemilik hak cipta jika diperlukan. Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan dan wewenang untuk membuat dan melaksanakan penugasan ini.
Kami menyatakan bahwa:
- Makalah ini belum diterbitkan dalam bentuk yang sama di tempat lain.
- Makalah ini tidak akan dikirimkan di tempat lain untuk publikasi sebelum penerimaan/penolakan oleh Jurnal ini
- Izin hak cipta diperoleh untuk materi yang diterbitkan di tempat lain dan yang memerlukan izin ini untuk reproduksi.
Selanjutnya, Saya/kami dengan ini mentransfer hak publikasi yang tidak terbatas dari makalah yang disebutkan di atas secara keseluruhan kepada TEKNOSI. Transfer hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mendistribusikan artikel, termasuk cetak ulang, terjemahan, reproduksi foto, mikroform, bentuk elektronik (offline, online) atau reproduksi lain yang serupa.
Penulis yang sesuai menandatangani dan menerima tanggung jawab untuk merilis materi ini atas nama setiap dan semua penulis bersama. Perjanjian ini harus ditandatangani oleh setidaknya salah satu penulis yang telah memperoleh persetujuan dari rekan penulis jika berlaku. Setelah pengajuan perjanjian ini ditandatangani oleh penulis yang sesuai, perubahan kepengarangan atau dalam urutan penulis yang tercantum tidak akan diterima.
Hak / Syarat dan Ketentuan yang dipertahankan :
- Penulis memiliki semua hak kepemilikan dalam setiap proses, prosedur, atau artikel manufaktur yang dijelaskan dalam Karya ini.
- Penulis dapat mereproduksi atau mengotorisasi orang lain untuk mereproduksi karya ini atau karya turunannya untuk penggunaan pribadi penulis atau untuk penggunaan perusahaan, dengan ketentuan bahwa sumber dan menyatakan hak cipta dimiliki TEKNOSI, salinan tidak digunakan dengan cara apa pun yang menyiratkan pengesahan TEKNOSI atas suatu produk atau layanan dari pihak mana pun, dan salinannya sendiri tidak ditawarkan untuk dijual.
- Meskipun penulis diizinkan untuk menggunakan kembali semua atau sebagian dari karya ini dalam karya lain, ini tidak termasuk mengabulkan permintaan pihak ketiga untuk mencetak ulang, menerbitkan ulang, atau jenis penggunaan ulang lainnya.











