Klasterisasi Wilayah Kemiskinan Jawa Tengah Menggunakan K-Means Berbasis Indikator Sosial-Ekonomi

Penulis

  • Moh. Fachri Alif Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro
  • Amiq Fahmi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

DOI:

https://doi.org/10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.302-309

Kata Kunci:

Klasterisasi Wilayah Kemiskinan, Indikator Sosial Ekonomi, Algoritma K-Means, Metode Elbow, Principal Component Analysis (PCA)

Abstrak

Kemiskinan merupakan isu multidimensi yang berdampak signifikan terhadap kualitas pembangunan wilayah, khususnya di Provinsi Jawa Tengah yang menempati urutan ketiga secara nasional. Meskipun data sosial ekonomi tersedia secara melimpah dan terbuka, pemanfaatannya untuk segmentasi wilayah serta perumusan kebijakan berbasis data, informasi, dan pengetahuan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasterisasi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah menggunakan algoritma K-Means, berdasarkan tujuh indikator utama sosial ekonomi: Indeks Pembangunan Manusia (IPM), proporsi penduduk miskin ekstrem (Prioritas 1), sangat miskin (Prioritas 2), pengeluaran per kapita, upah minimum kabupaten/kota (UMK), tingkat pengangguran terbuka, dan jumlah rumah tidak layak huni (RTLH). Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan telah melalui proses normalisasi. Penentuan jumlah klaster optimal dilakukan dengan metode Elbow, sedangkan Principal Component Analysis (PCA) digunakan sebagai teknik visualisasi. Pendekatan kuantitatif dan interpretatif ini memastikan bahwa klaster yang terbentuk bersifat optimal secara statistik, mudah dijelaskan secara visual, dan relevan untuk ditindaklanjuti dalam kebijakan. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga klaster wilayah dengan karakteristik sosial ekonomi yang berbeda secara signifikan, yaitu wilayah berkembang, wilayah transisi, dan wilayah prioritas pengentasan kemiskinan. Temuan hasil penelitian ini, yang mengintegrasikan multi-indikator sosial ekonomi dengan pendekatan visual dan analitis, mampu menghasilkan segmentasi wilayah yang lebih akurat dan aplikatif bagi penyusunan kebijakan pembangunan wilayah yang lebih berkeadilan, dengan penekanan pada intervensi intensif terhadap kabupaten/kota yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem dan sangat miskin.

Referensi

R. Kurnia Desita, A. Fahmi, A. Rohmani, and MY. T. Sulistyono, “Agglomerative Hierarchical Clustering For Regional Grouping In Central Java Based On Welfare Indices,” Jurnal Pilar Nusa Mandiri, vol. 21, no. 1, pp. 108–116, Mar. 2025, doi: 10.33480/pilar.v21i1.6445.

C. Tacharri, A. Rohmani, and A. Fahmi, “Strategic Clustering of Poverty Areas in Central Java Using K-Means and Silhouette Evaluation,” Sinkron, vol. 9, no. 2, pp. 895–904, May 2025, doi: 10.33395/sinkron.v9i2.14734.

M. A. Tsani and A. Fahmi, “Implementation of DBSCAN Algorithm for Grouping Poverty Levels in Central Java Province,” Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Hal, vol. 6, no. 4, pp. 131–140, 2025, doi: 10.30865/json.v6i4.

G. W. Kusuma and I. Y. Wulansari, “Analisis kemiskinan dan kerentanan kemiskinan dengan Regresi Ridge, LASSO, dan Elastic-Net di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017,” in Seminar Nasional Official Statistics, 2019, pp. 503–513. Accessed: Jul. 29, 2025. [Online]. Available: https://prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/article/view/189.

S. Fungsional, S. Muda, B. P. Statistik, and K. Cilacap, “(2022) e-issn, 2620-6099.”

M. Marizal et al., “Pemodelan angka kematian bayi di Indonesia menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR) dan Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR) (Modeling infants mortality rate in Indonesia using Geographically Weighted Regression (GWR) and Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR)).” [Online]. Available: https://jurnal.unej.ac.id/index.php/MIMS/index

I. Tawakal, Mm. Effendi, and A. Maulana Majid, “Analisis Tingkat Kemiskinan Dengan Algoritma K-Means Menggunakan Rapidminer Di Tingkat Kota Kabupaten Di Jawa Tengah,” 2025.

I. P. Putra and A. Fadhillah, “Perbandingan Metode K-Means dan Hierarchical Clustering dalam Pengelompokan Data Penduduk Miskin di Kabupaten Cianjur,” LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren, vol. 3, no. 1, Apr. 2025, doi: 10.35870/ljit.v3i1.4028.

N. Sepriyanti, R. Sani Nahampun, M. H. Zikri, I. Ambarani, and A. Rahmadeyan, “SENTIMAS: Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Implementation of K-Means Clustering to Group Poverty Levels in Riau Province Penerapan K-Means Clustering Untuk Mengelompokkan Tingkat Kemiskinan di Provinsi Riau.” [Online]. Available: https://journal.irpi.or.id/index.php/sentimas

D. Widyadhana, R. B. Hastuti, I. Kharisudin, and F. Fauzi, “Perbandingan Analisis Klaster K-Means dan Average Linkage untuk Pengklasteran Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah,” PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, vol. 4, pp. 584–594, 2021, [Online]. Available: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/

Y. D. Ramadani and B. Winarno, “Implementasi Metode Mcquitty Linkage dan K-Means Clustering dengan Pendekatan Rule-of-Thumb pada Data Kemiskinan di Jawa Tengah,” PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, vol. 6, pp. 751–756, 2023, [Online]. Available: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/

R. D. Faturahman and N. Hidayati, “Implementasi Fuzzy C-Means Dalam Pengelompokan Tingkat Kemiskinan Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah,” JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), vol. 10, no. 1, pp. 137–149, Jan. 2025, doi: 10.29100/jipi.v10i1.5747.

E. Widodo, P. Ermayani, L. N. Laila, and A. T. Madani, “Pengelompokkan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Tingkat Kemiskinan Menggunakan Analisis Hierarchical Agglomerative Clustering (Indonesian Province Grouping Based on Poverty Level Using Hierarchical Agglomerative Clustering Analysis).”

A. Putrian Wijaya, A. Salma Kinanthi, D. Yanawati, S. Syamsidar, and E. Widodo, “Pengelompokkan Kabupaten/Kota di Pulau Jawa Berdasarkan Faktor Kemiskinan Menggunakan Metode Hierarchical Clustering,” Jurnal Sains dan Manajemen, vol. 13, no. 1, 2025.

Tb. A. Munandar, “Penerapan Algoritma Clustering Untuk Pengelompokan Tingkat Kemiskinan Provinsi Banten,” JSiI (Jurnal Sistem Informasi), vol. 9, no. 2, pp. 109–114, Sep. 2022, doi: 10.30656/jsii.v9i2.5099.

F. Zahra, A. Khalif, B. N. Sari, U. S. Karawang, J. H. Ronggo Waluyo, and T. Timur, “Pengelompokan Tingkat Kemiskinan Di Setiap Provinsi Di Indonesia Menggunakan Algoritma K-Medoids,” Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, vol. 12, no. 2, pp. 2830–7062, doi: 10.23960/jitet.v12i2.4199.

R. H. Bhahari and K. Kusnawi, “Clustering Analysis of Socio-Economic Districts/Cities In East Java Province Using PCA And Hierarchical Clustering Methods,” sinkron, vol. 8, no. 4, pp. 2242–2251, Oct. 2024, doi: 10.33395/sinkron.v8i4.14078.

Unduhan

Telah diserahkan

05-09-2025

Diterima

30-12-2025

Diterbitkan

01-01-2026

Cara Mengutip

[1]
M. F. Alif dan A. Fahmi, “Klasterisasi Wilayah Kemiskinan Jawa Tengah Menggunakan K-Means Berbasis Indikator Sosial-Ekonomi”, TEKNOSI, vol. 11, no. 3, hlm. 302–309, Jan 2026.

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.